Di lingkup dunia IT, Packet Tracer
mungkin bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita. Salah satu kegunaanya
yaitu untuk berlatih menyusun konfigurasi Virtual LAN. Pada kesempatan kali ini
saya ingin berbagi bagaimana cara membuat konfigurasi VLAN berdasarkan kuliah
saya dalam Internetworking II dengan dosen Pak Alfin. Di postingan kali ini
saya menggunakan Packet Tracer Versi 5.3.0.0088 dalam pembuatan konfigurasi
VLAN. Perangkat pertama yang dibutuhkan adalah Swtich. Anda dapat memilih
Switch dengan kategori 2950-24 yang memilki port sebanyak 24 buah
(fastethernet).
Ambil cukup switch satu saja.
Kemudian ambil PC dengan kategori PC-PT (Generic) sebanyak 24 buah. Kita akan
membuat VLAN sebanyak 4 buah : default, vlan2, vlan3, dan vlan4.
Hubungkan Switch dan PC menggunakan
kabel tentunya kabel Copper Straight-Through. Hubungkan untuk masing-masing
fastethernet tersebut.
Berikanlah IP untuk masing-masing
PC. Jelas untuk IP yang kita gunakan untuk masing-masing PC harus berbeda.
Sedangkan untuk Default Gateway-nya kita dapat menggunakan 192.168.1.1, tidak
lupa siapkan juga IP untuk vlan default-nya. Cara memberikan IP pada PC dapat
dilakukan dengan langkah:
- Klik gambar PC tersebut, maka
disana akan ada tiga tab : Physcal, Config, Desktop -> Pilih Desktop
- Kemudian klik "IP
Configuration"
- Isikan IP Address, Subnet Mask,
dan Default Gateway, untuk DNS Server kosongkan saja.
- Setelah selesai klik Close dari
jendela tersebut (Tanda X di pojok kanan atas)
- Lakukan seperti itu untuk semua
PC, dengan Default Gateway yang sama.
Setelah selesai, lakukanlah
konfigurasi pada Switch dengan menggunakan Command Line Interface (CLI). Klik
gambar Switch tersebut dan pilih CLI. Kenapa CLI? Agar kita dapat lebih
mengerti tentang perintah-perintah yang sebenarnya kita gunakan saat
menggunakan fasilitas otomatis. Berikut perintah yang dapat diberikan untuk
switch tersebut:
Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#hostname Switch_1
-> Untuk menamai Switch
tersebut
Switch_1(config)#interface Vlan1
-> Setting VLAN
Switch_1(config-if)#ip address
192.168.1.2 255.255.255.0 -> Masukan IP VLAN dan
Subnet Mask-nya
Switch_1(config-if)#no shutdown
-> Untuk mengaktifkan VLAN
Switch_1(config-if)#exit
-> Keluar dari
konfigurasi VLAN
Switch_1(config)#ip default-gateway
192.168.1.1
-> Isi Default Gateway
disini
Switch_1(config)#end
-> Setting-an selesai.
Secara default semua fastethernet
berada di vlan1/default vlan. Untuk membuat vlan baru, digunakan perintah
seperti berikut ini di CLI pada Switch.
Switch_1#vlan database
Switch_1(vlan)#vlan 2 name VLAN2
Switch_1(vlan)#vlan 3 name VLAN3
Switch_1(vlan)#vlan 4 name VLAN4
Switch_1(vlan)#exit
Setelah semua vlan dibuat, tinggal
bagaimana konfigurasi memindahkan interface dari default vlan menuju vlan-vlan
yang lain. Di akhir konfigurasi, kita harus mempunyai 6 buah fastethernet untuk
masing-masing vlan. Seperti berikut:
1 default
Fa0/1, Fa0/2, Fa0/3, Fa0/4, Fa0/5, Fa0/6
2 vlan2
Fa0/7, Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11, Fa0/12
3 vlan3
Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15, Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18
4 vlan4
Fa0/19, Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23, Fa0/24
Berikut ini perintah yang dapat
diberikan untuk dapat membuat vlan seperti diatas :
Switch_1#configure terminal
Switch_1(config)#interface
fastethernet 0/7
Switch_1(config-if)#switchport mode
access
Switch_1(config-if)#switchport access
vlan 2 -> memindahkan fa0/7 ke vlan2
Switch_1(config-if)#interface
fastethernet 0/8
Switch_1(config-if)#switchport mode
access
Switch_1(config-if)#switchport access vlan
2
.
(Lakukan
terus hingga fa0/12)
.
.
Switch_1(config-if)#interface
fastethernet 0/12
Switch_1(config-if)#switchport mode
access
Switch_1(config-if)#switchport access
vlan 2
Switch_1(config-if)#end
Lakukan hal yang sama seperti diatas
untuk konfigurasi vlan yang lain untuk masing-masing fastethernet yang harus
dipindahkan. Setelah semuanya selesai, maka aktifkan masing-masing vlan
dengan menggunakan perintah sebagai berikut :
Switch#configure terminal
Switch_1(config)#interface Vlan2
Switch_1(config-if)#no shutdown
Switch_1(config-if)##interface Vlan3
Switch_1(config-if)#no shutdown
Switch_1(config-if)##interface Vlan4
Switch_1(config-if)#no shutdown
Switch_1(config-if)#exit
Berikan perintah "Switch_1#show
vlan" (tanpa tanda petik) untuk melihat konfigurasi vlan yang telah kita
buat. Jika berhasil, hasilnya akan seperti ini:
Setelah semua selesai, maka tinggal
testing koneksi antar PC dalam satu VLAN dan berbeda VLAN. Seharusnya
tersambung untuk koneksi PC dalam sebuah VLAN, sedangkan RTO/tidak tersambung
untuk koneksi PC antar VLAN. Terlebih dahulu kita cek koneksi dari Switch ke
salah satu PC, dengan menggunakan perintah seperti ini "Switch_1#ping
192.168.28.5". IP tersebut adalah IP PC yang akan kita cek koneksinya
dengan Switch.
Selanjutnya ping dari PC ke PC lain
dalam 1 VLAN, lihatlah IP-nya terlebih dahulu. Saya akan mencoba melakukan ping
dari 192.168.28.3 ke 192.168.28.4 dalam VLAN1.
Caranya yaitu: klik gambar PC
tersebut, pilih tab Desktop > Pilih Command Prompt > ketikkan
"ping(spasi)IP_PC_yang_dituju_dalam_satu_VLAN". Maka hasilnya adalah
'Reply' dari PC yang kita 'Ping'. Jika bukan 'Reply', kemungkinan konfigurasi
anda salah. Periksalah kembali konfigurasi anda.
Setelah itu, cek koneksi PC-PC antar
VLAN. Misal VLAN1 ke VLAN2. Saya mencoba untuk melakukan ping dari PC1
(192.168.28.3) dari VLAN1 ke PC7 (192.168.28.10) dari VLAN2. Jika konfigurasi
anda sudah benar, maka hasilnya adalah RTO(Request Timed Out)/tidak terkoneksi.
Seperti berikut ini :
Jika anda sudah melakukan
point-point seperti diatas, silakan dicoba kembali untuk koneksi antar VLAN
atau dalam satu VLAN untuk VLAN yang lainnya. Misal dalam VLAN2, VLAN3, VLAN4,
atau antar VLAN2-VLAN3, VLAN3-VLAN4, dan lain-lain.
Intinya jika konfigurasi benar maka
dalam 1 VLAN koneksi antar PC akan lancar, dan antar VLAN PC tidak akan
terkoneksi.
Mudah bukan? Semoga bermanfaat.
Referensi : File Pak Alfin, AKATEL
SP Purwokerto.








0 komentar:
Posting Komentar